QUANTUM SYUKUR
“ jika engkau mensyukuri nikmat yang aku berikan maka akan ku tambah nikmatku untukmu, tetapi jika kamu kufur akan nikmatku maka tunggulah azabku”.
Perkataan itu telah disampaikan dalam ajaran agama, tetapi kenapa kita tidak pernah sedikitpun untuk merealisasikannya. Kenapa kita menjadi orang yang kufur akan nikmat Tuhan yang maha memiliki kekuatan di jagat raya ini. Padahal jika kita mencoba menyelami makna yang terkandung dalam seruan tersebut kita dengan mudah menjalani kehidupan ini. Karena jika kita bersyukur dengan nikmat yang ada, maka segalanya akan lebih mudah.
Mengapa orang banyak menjadi stress? Sekarang stress merupakan penyakit. Statistik menyatakan bahwa tingkat stres manusia dari tahun ke tahun meningkat secara signifikan. Yang menjadi pertanyaan apa yang menimbulkan stress, bagaimana kita mengelola stress? Maka jawabanya adalah ketika kita mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada kita maka kita tidak akan pernah stress. Karena strees terjadi diakibatkan sesuatu yang tidak kita inginkan malah terjadi. Kita menginginkan harta yang banyak, tetapi takut dicuri orang, takut miskin, takut ditinggal kekasih, takut di benci orang karena miskin, takut tidak diterima masyarakat karena miskin, takut dikucilkan dari masyarakat, takut kehilangan status sosial. Semua ketakutan-ketakutan yang terjadi tidak berasal dari dalam diri kita melainkan dari unsur eksternal.
Padahal kalau kita mau berfikir dan merenung sejenak, ” sakit hati dan ketakutan itu hanya kita yang membuatnya”. Coba kita merasa senang dan bahagia dengan kondisi kita yang ada sambil melakukan dan bermimpi untuk menjadi lebih baik dari yang sekarang, maka kita tidak akan pusing dan sakit hati dengan apa yang difikir kan orang lain tentang diri kita.
Pertanyaan, apakah jika kita dihina karena kita miskin kita akan mati? Seharusnya kita memberikan dan mengerahkan seluruh energi kita, bagaimana kita menajdi orang yang baik, orang yang sukses, bagaimana menggunakan energi kita untuk mencari solusi-solusi atas permasalahan kita, bukan memikirkan apa yang dikatakan oleh orang lain.
Karena seorang guru mengatakan bahwa kehidupan kamu adalah apa yang kamu fikirkan dan rasakan hari kemarin dan hari ini. Untuk itu mari kita mencoba, berfikir dan merasa baik, bahwa masa depan kita akan lebih baik, lebih cerah, lebih makmur, lebih sukses, lebih mudah dalam menjalani kehidupan ini.
Seperti ajaran agama kita mengatakan” Aku adalah apa yang diprasankakan umatKu”. Jika kita menghardik tuhan, atau menduakan kekuatan tuhan, bahkan sampai tidak meyakini kekuatanNya, itu akan terjadi pada diri kita. Misal kita meminta sesuatu kepada Nya. Tetapi dalam hati kita mengatakan, ” ngak mungkin ini terjadi”, maka itu tidak akan terjadi.
Banyak umat beragama mengatakan, saya orang yang sholeh, orang yang taat beragama, tetapi mengapa saya tetap miskin, do’a saya tidak diterima oleh Tuhanku. Mari kita merenung sejenak.” Yang sering terjadi di umat kita adalah antara Hati dan Fikiran kita tidak pernah menyatu”. Fikiran dan verbal kita meminta kepada tuhan menjadi orang yang kaya atau sukses, tetapi hati kita bertolak belakang, ” mungkin ngak ya saya bisa sukses”. Kalau kita saja meyakini kita tidak bisa sukses bagaimana tuhan akan mengabulkan permintaan kita. Karena tuhan maha mengetahui apa yang di minta oleh umatnya.
Untuk itu mulai sekarang mari kita bersyukur sambil melakukan tindakan yang semestinya kita laksanakan. Dan mengambil langkah-langkah yang terbaik. Sebagi tips mulai lah segala sesuatu dengan Meminta kepada tuhanmu, bersyukur dengan apa yang sudah ada, meyakini bahwa apa yang kita minta sudah terkabulkan, lakukan visualisasi seolah-olah bahwa permintaan kita telah terjadi dan kita merasa senang, dan yang terakhir segeralah melakukan tindakan-tindakan yang mendukung mimpi dan keinginan kita.
Salam Sukses
Patisina
Tidak ada komentar:
Posting Komentar